poloralphlauren

Wajib Tahu! Ini Dia Sejarah Perusahaan Kaos Polo Kelas Premium Ralph Lauren

Jika kita membicarakan tentang kaos polo berkerah yang punya desain kekinian, eksklusif, sporty dan berkualitas premium, maka akan tersebutlah brand “Ralph Lauren”. Brand asal Amerika Serikat ini memang sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu memenuhi selera fashion masyarakat agar selalu keren dan berkelas.

Konsistensi kualitas pada semua produk kaos eksklusif Ralph Lauren begitu terpampang nyata dari kualitas bahannya, kerapian jahitannya, pemilihan warna-warnanya serta tentu saja desainnya yang tidak ada duanya. Tak heran jika sejak pertama kali perintisannya di era 1980-an, kaos eksklusif Ralph Lauren telah memiliki pelanggan setia yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Membicarakan tentang kaos eksklusif Ralph Lauren akan secara otomatis juga membahas pendirinya, yakni Ralph Lauren itu sendiri. Pada artikel kali ini, kami ingin mengajak Anda mengapresiasi Ralph Lauren yang telah setia memproduksi kaos-kaos dan produk fashion yang berkualitas dan eksklusif. Caranya yakni dengan mengetahui rekam jejak perjalanan bisnis Ralph Lauren.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak uraian berikut ini:

1. Memulai Karier Sebagai Sales

Pendiri kaos eksklusif Ralph Lauren merupakan pria kelahiran 14 Oktober 1939 di Bronx, New York, Amerika Serikat. Pria yang berasal dari keluarga imigran Yahudi ini diberi nama Ralph Rueben Lipschitz ketika lahir.

Ralph remaja sempat mengenyam pendidikan di Jurusan bisnis, tepatnya di Baruch College, namun berhenti di tahun kedua karena bergabung dengan militer. Ia tercatat bertugas di Angkatan Darat AS pada 1962 hingga 1964.

Lauren juga tercatat pernah terdaftar di U.S. Army Reserves dan berpartisipasi dalam pelatihan dasar di Fort Dix. Latar belakang pengalamannya di militer inilah yang akan sangat mempengaruhi koleksi desain fashion yang ia rancang. Di mana, inspirasi militer yang melekat pada busana rancangan Ralph berdesain kuat, awet dan melindungi, rapi tapi tetap santai serta mengusung citra yang berkelas.

Setelah kenyang dalam pendidikan dan praktik militer, Ralph pada usia 24 tahun kembali ke dunia fashion praktik dengan menjadi sales di toko Madison Avenue milik perusahaan Brooks Brothers.

READ  Mau Dapat Kaos Ralph Lauren pakai Harga Miring? Begini Triknya!

Setelah mengecap pengalaman menjadi sales, Ralph Lipschitz memulai peruntungannya di bidang fashion dengan membuka toko dasi pada 1967. Istimewanya, produk dasi yang ia apsarkan berdesain eksklusif, karena desain pada dasi digambarnya sendiri. Selain itu, dasi produksi Ralph tampil beda karena desainnya sederhana dan lebar. Adapun modal membuka toko dari ia peroleh dari produsen pakaian asal Manhattan, Norman Hilton.

2. Membuka Toko Bernama “Polo”

Istilah “polo” untuk kaos eksklusif Ralph Lauren dimulai ketika ia menamakan toko pertamanya dengan mana serupa, yakni “Polo”. Ia pun secara serius mengurus hak kepemilikan brand tersebut sehingga mendapatkan hak nama “Polo Ralph Lauren” dari Brooks Brother.

Bisnis fashion “Polo” milik Ralph terus meroket. Sehingga, dalam perkembangannya Ralph telah memiliki 35 gerai butik yang tersebar di Amerika Serikat. kepopuleran kaos eksklusif Ralph Lauren makin tegas bahkan Go Internasional karena peminat mulai menyebar hingga ke mancanegara.

Sejak pertama kali dirintis pada 1967 hingga 2012, pendapatan Ralph per tahunnya sangat gemilang yakni di kisaran Rp 68 Triliun Rupiah. Seiring berjalannya waktu, omset perusahaan terus naik hingga di angka Rp 76 Triliun.

3. Go Public di Usia 30-an

Kesuksesan Ralph terus memuncak hingga pada 1997 perusahaannya mulai go publik dengan nama singkatan “RL”. Ketika itu, ia berusia 30 dan telah menduduki puncak kesuksesan. Seiring dengan pencapaian tersebut, produk-produk RL makin populer misalnya sempat dipakai di film ikonik Woody Allen berjudul Annie Hall. Hingga kini, kaos eksklusif Ralph Lauren masih eksis dan populer. Konsistensi dalam penjagaan kualitas merupakan sumber energi perusahaan sehingga pelanggan baru bermunculan, sementara pelanggan lama selalu setia. Akhir kata, semoga kita bisa belajar dan terinspirasi dari kisah hidup dan kesuksesan Ralph Lauren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *